Selasa, 27 November 2012

HUJAN BUATAN

Proses ALAMI Terjadinya Hujan Menurut Ilmu Geografi, Ilmu Pengetahuan Lainnya Serta Ayat-Ayat Suci Al-Qur'an



Pengertian Hujan
Hujan adalah sebuah presipitasi berwujud cairan. Tetesan-tetesan air yang jatuh memiliki diameter bervariasi dari 0,5-0,4 mm.
Proses Terbentuknya/Terjadinya Hujan Alami Menurut Ilmu Geografi dan Ilmu Pengetahuan Lainnya
Menurut Ilmu Geografi, proses terbentuknya hujan melalui 3 tahap. Pertama, bahan baku hujan naik ke udara (evaporasi), lalu awan terbentuk (kondensasi), akhirnya curahan hujan terlihat (presipitasi).
Awalnya air hujan berasal dari air dari bumi.seperti air laut, air sungai, air danau, air waduk, air rumpon, air sawah, air comberan, air susu, air jamban, air kolam, air ludah, dan lain sebagainya. Selain air yang berbentuk fisik, air yang menguap ke udara juga bisa berasal dari tubuh manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan, serta benda-benda lain yang mengandung air.
Air-air tersebut umumnya mengalami proses penguapan atau evaporasi akibat adanya bantuan panas matahari. Air yang menguap / menjadi uap melayang ke udara dan akhirnya terus bergerak menuju langit yang tinggi bersama uap-uap air yang lain. Di langit yang tinggi uap tersebut mengalami proses pemadatan atau kondensasi sehingga membentuk awan. Dengan bantuan angin awan-awan tersebut dapat bergerak kesana-kemari baik vertikal, horizontal dan diagonal.

Akibat angin atau udara yang bergerak pula awan-awah saling bertemu dan membesar menuju langit / atmosfir bumi yang suhunya rendah atau dingin dan akhirnya membentuk butiran es dan air. Karena berat dan tidak mampu ditopang angin akhirnya butiran-butiran air atau es tersebut jatuh ke permukaan bumi (proses presipitasi). Karena semakin rendah suhu udara semakin tinggi maka es atau salju yang terbentuk mencair menjadi air, namun jika suhunya sangat rendah maka akan turun tetap sebagai salju.

Hujan tidak hanya turun berbentuk air dan es saja, namun juga bisa berbentuk embun dan kabut. Hujan yang jatuh ke permukaan bumi jika bertemu dengan udara yang kering, sebagian ujan dapat menguap kembali ke udara. Bentuk air hujan kecil adalah hampir bulat, sedangkan yang besar lebih ceper seperti burger, dan yang lebih besar lagi berbentuk payung terjun. Hujan besar memiliki kecepatan jatuhnya air yang tinggi sehingga terkadang terasa sakit jika mengenai anggota badan kita.
Proses Pembentukan Hujan Menurut Ayat Al-Qur’an
Proses Pembentukan Hujani ditetapkan dengan jelas dalam Al-Qur’an berabad-abad yang lalu, yang memberikan informasi yang tepat mengenai pembentukan hujan,
"Dialah Allah Yang mengirimkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendakiNya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat air hujan keluar dari celah-celahnya; maka, apabila hujan itu turun mengenai hamba-hambaNya yang dikehendakiNya, tiba-tiba mereka menjadi gembira" (Al Qur'an, 30:48)
TAHAP KE-1: "Dialah Allah Yang mengirimkan angin..."
Gelembung-gelembung udara yang jumlahnya tak terhitung yang dibentuk dengan pembuihan di lautan, pecah terus-menerus dan menyebabkan partikel-partikel air tersembur menuju langit. Partikel-partikel ini, yang kaya akan garam, lalu diangkut oleh angin dan bergerak ke atas di atmosfir. Partikel-partikel ini, yang disebut aerosol, membentuk awan dengan mengumpulkan uap air di sekelilingnya, yang naik lagi dari laut, sebagai titik-titik kecil dengan mekanisme yang disebut "perangkap air".
TAHAP KE-2: “...lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal..."
Awan-awan terbentuk dari uap air yang mengembun di sekeliling butir-butir garam atau partikel-partikel debu di udara. Karena air hujan dalam hal ini sangat kecil (dengan diamter antara 0,01 dan 0,02 mm), awan-awan itu bergantungan di udara dan terbentang di langit. Jadi, langit ditutupi dengan awan-awan.
TAHAP KE-3: "...lalu kamu lihat air hujan keluar dari celah-celahnya..."
Partikel-partikel air yang mengelilingi butir-butir garam dan partikel -partikel debu itu mengental dan membentuk air hujan. Jadi, air hujan ini, yang menjadi lebih berat daripada udara, bertolak dari awan dan mulai jatuh ke tanah sebagai hujan.
Semua tahap pembentukan hujan telah diceritakan dalam ayat-ayat Al-Qur’an. Selain itu, tahap-tahap ini dijelaskan dengan urutan yang benar. Sebagaimana fenomena-fenomena alam lain di bumi, lagi-lagi Al-Qur’anlah yang menyediakan penjelasan yang paling benar mengenai fenomena ini dan juga telah mengumumkan fakta-fakta ini kepada orang-orang pada ribuan tahun sebelum ditemukan oleh ilmu pengetahuan.
Dalam sebuah ayat, informasi tentang proses pembentukan hujan dijelaskan:
"Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan- gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan." (Al Qur'an, 24:43


Apakah kamu pernah mendengar istilah hujan buatan? Seperti apa sih sebenarnya hujan buatan itu? Apakah hujan buatan itu adalah hujan yang sengaja dibuat oleh manusia? Dan bagaimanakah proses terjadinya hujan buatan? Yuk, kita cari tahu…

Sebenarnya istilah hujan buatan bukan berarti pekerjaan membuat atau menciptakan hujan. Namun hujan buatan merupakan sebuah teknologi yang bertujuan untuk meningkatkan dan mempercepat jatuhnya hujan. Agar bisa terbentuk hujan buatan maka diperlukan ketersediaan awan yang mempunyai kandungan air yang cukup, memiliki kecepatan angin yang rendah, serta syarat-syarat lainnya.


Pesawat sedang melakukan penyemaian awan untuk merangsang terjadinya hujan

Hujan buatan dibuat dengan cara menyemai awan dengan menggunakan bahan yang bersifat higroskopik (menyerap air) sehingga proses pertumbuhan butir-butir hujan di dalam awan akan meningkat dan selanjutnya akan mempercepat terjadinya hujan. Awan yang digunakan untuk membuat hujan buatan adalah jenis awan Cumulus (Cu) yang bentuknya seperti bunga kol. Setelah lokasi awan diketahui, pesawat terbang yang membawa bubuk khusus untuk menurunkan hujan diterbangkan menuju awan.

Bubuk khusus tersebut terdiri dari glasiogenik berupa Perak Iodida. Zat itu berfungsi untuk membentuk es. Pesawat juga membawa bubuk untuk “menggabungkan” butir-butir air di awan yang bersifat higroskopis seperti garam dapur atau Natrium Chlorida (NaCl), atau CaCl2 dan Urea.

Untuk bisa membentuk hujan deras, biasanya dibutuhkan bubuk khusus sebanyak 3 ton yang disemai ke awan Cumulus selama 30 hari. Oh iya, proses membuat hujan buatan ini belum tentu berhasil loh. Bisa saja gagal atau malah hujan buatannya jatuh di tempat yang salah padahal sudah memakan biaya yang besar dalam pembuatannya. Oleh karena itu, penyebaran bibit hujan harus memperhatikan arah angin, kelembaban dan tekanan udara.

Hujan buatan biasanya dibuat untuk membantu daerah yang sedang mengalami kekeringan, atau bisa juga dibuat untuk untuk pengisian waduk, danau, untuk keperluan air bersih, irigasi, pembangkit listrik (PLTA), juga antisipasi kebakaran hutan atau lahan dan kabut asap. Oh iya, karena hujan buatan ini adalah modifikasi cuaca, maka hujan buatan bisa terjadi kapan saja tanpa harus menunggu langit mendung. Dan juga tak perlu khawatir, karena air hujan buatan tidak jauh berbeda dengan hujan asli loh.
Sumber gambar: http://idkf.bogor.net, b0cah.org
Hujan Buatan, Bagaimana Proses Hujan Buatan Terjadi?. mengingat banyak sekali terjadi kekeringan di sebagian wilayah Indonesia akhir-akhir ini maka Hujan buatan pun kembali terdengar. bagi sobat merahitam yang belum tau apa itu hujan buatan maka saya akan memberi sedikit penjelasan. Hujan buatan adalah hujan yang dibuat oleh campur tangan manusia dengan membuat hujan dari bibit-bibit awan yang memiliki kandungan air yang cukup, memiliki kecepatan angin rendah yaitu sekitar di bawah 20 knot, serta syarat lainnya. Ujan buatan dibuat dengan menaburkan banyak garam khusus yang halus dan dicampur bibit / seeding ke awan agar mempercepat terbentuknya awan jenuh. Untuk menyemai / membentuk hujan deras, biasanya dibutuhkan garam sebanyak 3 ton yang disemai ke awan potensial selama 30 hari. Hujan buatan saja bisa gagal dibuat atau jatuh di tempat yang salah serta memakan biaya yang besar dalam pembuatannya.
http://images.hidrologi.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SaYVtwoKCHUAAC71Nsk1/proses-membuat-hujan-buatan.jpg?et=DH%2BLyGcRLisl%2BjaYlPwzSg&nmid=0
Hujan buatan umumnya diciptakan dengan tujuan untuk membantu daerah yang sangat kering akibat sudah lama tidak turun hujan sehingga dapat mengganggu kehidupan di darat mulai dari sawah kering, gagal panen, sumur kering, sungai / danau kering, tanah retak-retak, kesulitan air bersih, hewan dan tumbuhan pada mati dan lain sebagainya. Dengan adanya hujan buatan diharapkan mampu menyuplai kebutuhan air makhluk hidup di bawahnya dan membuat masyarakat hidup bahagia dan sejahtera.
Hujan yang berlebih pada suatu lokasi dapat menimbulkan bencana pada kehidupan di bawahnya. Banjir dan tanah longsor adalah salah satu akibat dari hujan yang berlebihan. Perubahan iklim di bumi akhir-akhir ini juga mendukung persebaran hujan yang tidak merata sehingga menimbulkan berbagai masalah di bumi. Untuk itu kita sudah semestinya membantu menormalkan iklim yang berubah akibat ulah manusia agar anak cucu kita kelak tidak menderita dan terbunuh akibat kesalahan yang kita lakukan saat ini.
Sementara itu penerapan Hujan buatan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengguyur sebagian kawasan di Sumatera Selatan dengan hujan buatan. Langkah ini diharapkan sanggup memadamkan kebakaran lahan dan hutan di provinsi
METODA PENYEMAIAN AWAN
Dalam penerapan TMC, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menyampaikan bahan semai ke dalam awan. Yang paling sering dan biasa dilakukan adalah menggunakan wahana pesawat terbang. Selain menggunakan pesawat terbang, modifikasi pesawat terbang juga dapat dilakukan dari darat dengan menggunakan sistem statis melalui wahana Ground Base Generator (GBG) pada daerah pegunungan untuk memodifikasi awan-awan orografik dan juga menggunakan wahana roket yang diluncurkan ke dalam awan.
Gambar 10. Macam-macam metoda penyampaian bahan semai ke dalam awan
Di Indonesia untuk saat ini yang sudah operasional dan dikuasai teknologinya berubah TMC dengan menggunakan wahana pesawat terbang TMC sistem GBG saat ini masih dalam tarap ujicoba dan telah terpasang sejumlah menara di daerah Puncak, Bogor (lereng Gunung Gede - Pangrango), sedangkan untuk wahana roket baru sebatas kajian dan dalam wacana akan mulai dicoba di Indonesia.

Wahana Pesawat Terbang
Berikut adalah beberapa contoh gambar penyemaian awan dari pesawat terbang :
Pesawat terbang jenis Cassa NC 212-200 sedang melepaskan bahan semai berupa serbuk garam NaCI melalui airscooper yang terpasang pada bagian bawah pesawat. bahan semai dilepaskan pada medan updraft yang ada di sekitar dasar awan (jenis aan hangat).
Selain berupa serbuk (powder), bahan semai dapat pula dikemas dalam bentuk flare yang dipasang pada bagian sayap ataupun bawah pesawat. Partikel bahan semai masuk ke dalam awan jika flare terbakar.
Bahan semai jenis ejectable flare dimasukkan ke dalam awan dengan cara ditembakkan dari pesawat pada bagian puncak awan (jenis awan dingin).

Ground Base Generator
Ground Base generator (GBG) merupakan salah satu metoda alternatif untuk menyampaikan bahan semai ke dalam awan, yang pada prinsipnya dengan memanfaatkan potensi topografi dan angin lembah (valley breeze), yaitu angin lokal yang berhembus ke atas pegunungan pada siang hari dengan mengikuti kemiringan permukaan gunung. Bahan semai dikemas dalam bentuk flare yang dibakar dari atas menara pada ketinggian tertentu. Kembang api yang merupakan hasil pembakaran dari flare dengan bahan higroskopik itu ditujukan untuk mengatur partikel Cloud Condensation Nuclei ( CCN) yang berukuran sangat halus ke dalam awan sehingga diharapkan mampu merangsang terjadinya hujan.
GBG aslinya digunakan di daerah lintng menengah dan tinggi dengan suhu lingkungan berada di bawah titik beku (<00C), namun saat ini sudah mulai diterapkan di Indonesia meski masih dalam taraf ujicoba. Sejumlah menara GBG telah terpasang menyebar di kawasan Puncak, Bogor (lereng Gunung Gede - Pangrango) dengan tujuan untuk menyemai awan-awan orografis yang melintas di kawasan Puncak. Jika setiap awan yang melintas dapat disemai, maka hujan dapat turun lebih awal sehingga tidak terjadi penumpukan awan yang dapat menimbulkan hujan lebat di daerah tersebut sehingga diharapkan akan mampu memperkecil resiko banjir untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Penyemaian awan menggunakan sistem statis Ground Base Generator (GBG)
yang memanfaatkan awan-awan orografis pada daerah pegunungan


Wahana Roket
Roket dapat pula dimanfaatkan sebagai wahana untuk menyampaikan bahan semai ke dalam awan. Metode ini sudah banyak dikembangkan oleh negar-negara di Eropa. Saat ini BPPT bekerjasama dengan LAPAN tengah menjajaki kemungkinan teknologi ini untuk diaplikasikan di Indonesia.
Penyemaian awan menggunakan wahana roket yang ditembakkan ke dalam awan dari darat
 

Selasa, 20 November 2012

Al Qur’an mengenai Awan

Pembentukan Awan Hujan - Keajaiban Ilmiah Al Qur'an
 
Jika langit sedang cerah, kita bisa melihat awan di langit. Awan tersebut terlihat seperti kapas-kapas yang sedang terbang di langit. Jika langit sedang cerah, maka awan akan terlihat berwarna putih. Sering kali kita lihat awan putih dengan berbagai bentuk. Kadang-kadang bergumpal-gumpal, kadang tersebar tipis, berbentuk seperti sisik ikan, atau bergaris-garis seperti serat. Sebentar terlihat bergumpal, tak lama kemudian berubah bentuk, bertebaran dibawa angin.
Memang, bentuk awan selalu berubah-ubah mengikuti keadaan cuaca. Sering kali awan berbentuk indah bagaikan lukisan di langit. Lihatlah di puncak gunung yang tinggi, akan terlihat awan yang memayungi gunung itu. Sungguh indah bukan ? Itulah salah satu dari kekuasaan Tuhan yang telah menciptakan langit dan bumi beserta isinya ini. Lalu, kira-kira bagaimana ya awan itu terbentuk ?
Diawali dari turunnya hujan, kemudian sinar/cahaya Matahari yang sampai di permukaan bumi, lantas diserap bumi, tumbuhan, tanah, sungai, danau dan laut, sehingga menyebabkan air menguap. Uap air naik ke udara atau atmosfer. Uap air naik semakin lama semakin tinggi karena tekanan udara di dekat permukaan bumi lebih besar dibandingkan di atmosfer bagian atas. Semakin ke atas, suhu atmosfer juga semakin dingin, maka uap air mengembun pada debu-debu atmosfer, membentuk titik air yang sangat halus berukuran 2 - 100 mm (1 mm = 1 / 1.000.000 meter). Tanpa adanya debu atmosfer, yang disebut aerosol, pengembunan tidak mudah terjadi. Miliaran titik-titik air tersebut kemudian berkumpul membentuk awan.
Bentuk-bentuk Awan
Bentuk awan bermacam macam tergantung dari keadaan cuaca dan ketinggiannya. Tapi bentuk utamanya ada tiga jenis yaitu, yang berlapis-lapis dalam bahasa latin disebut stratus, yang bentuknya berserat-serat disebut cirrus, dan yang bergumpal-gumpal disebut cumulus (ejaan Indonesia: stratus, sirus, dan kumulus).
Di daerah rendah (kurang dari 3.000 m) yang terendah, awan stratus menutupi puncak gunung yang tidak terlalu tinggi. Di daerah rendah tengah, awan berbentuk strato-kumulus, dan yang dekat ketinggian 3.000 m awan berbentuk kumulus. Awan besar dan tebal di daerah rendah disebut kumulo-nimbus berpotensi menjadi hujan, menyebabkan terjadinya guruh dan petir.
Awan pada ketinggian menengah dapat terbentuk di atas gunung yang tingginya lebih dari 3.000 m, membentuk payung di atas puncaknya. Misalnya di atas Gunung Ciremai (3.078 m), di puncak-puncak pegunungan Jaya Wijaya di Irian yang tingginya antara 4.000-5.000 m, bahkan selalu diliputi salju. Demikian juga Gunung Fuji (3.776 m) puncaknya selalu diliputi salju putih cemerlang sangat indah. Pada ketinggian menengah ini dapat terbentuk awan alto-stratus yang berderet-deret, alto kumulus, dan alto-sirus.
Bagaimana dengan awan di daerah tinggi (di atas 6.000 m)? Di sana terbentuk awan siro-stratus yang tampak sebagai teja di sekitar matahari atau bulan. Juga terbentuk awan siro-kumulus yang bentuknya berkeping keping terhampar luas. Juga dapat terbentuk awan sirus yang tipis bertebar seperti asap.
Jenis-jenis awan
1. Stratus
Letaknya rendah, berwarna abu-abu dan pinggirnya bergerigi dan menghasilkan hujan gerimis salju.
2. Kumulus
Letaknya rendah, tidak menyatu / terpisah-pisah. Bagian dasarnya berwarna hitam dan di atasnya putih. Awan ini biasanya menghasilkan hujan
3. Stratokumulus
Letaknya rendah, berwarna putih atau keabua-abuan. Bentuknya bergelombang dan tidak membawa hujan.
4. Kumulonimbus
Letaknya rendah sperti menara, berwarna putih dan hitam, membawa badai.
5. Nimbostratus
Letaknya tidak terlalu tinggi, gelap, lapisannya pekat, bagian bawah bergerigi serta membawa hujan atau salju.
6. Altostratus
Ketinggian sedang, awan berwarna keabu-abuan, tipis, mengandung hujan.
7. Altokumulus
Ketinggian sedang, putih atau abu-abu, bergulung-gulung atau melingkar seperti makaroni.
8. Sirus
Tinggi, putih atau sebagian besar putih seperti sutra tipis, bergaris-garis
9. Sirostratus
Tinggi, putih seperti cadar, bisa juga seperi untaian, luas menutupi langit
10. Sirokumulus
Tinggi, tebal, putih, terpecah-pecah, mengandung butir-butir es kecil.
Ketinggian Awan
Berikut ini adalah ketinggian jenis awan utama yang diukur dari bagian dasar
1. Stratus, di bawah 450 m
2. Kumulus, Stratokumulus dan Kumulonimbus berada di ketinggian 450 - 2000 m
3. Nimbostratus, 900 - 3000 m
4. Altostratus dan Altokumulus berada di ketinggian 2000 - 7000m
5. Sirus, Sirostratus dan Sirokumulus berada di ketinggian 5000 - 13.500 m
Pembentukan awan hujan. Keajaiban ilmiah al Qur'an.
Awan-awan kecil (kumulus) berarak menuju daerah pertemuan di dekat cakrawala, di mana kita bisa melihat sebuah awan cumulonimbus yang besar (Clouds and Storms, Ludlam, plate 7.4.)
Penumpukan awan hujan. Keajaiban ilmiah al Qur'an.
(A) Awan-awan kecil yang terpisah-pisah. (B) Ketika awan-awan kecil ini bergabung bersama, dorongan ke atas pada bagian tengah awan yang lebih besar semakin meningkat sehingga, awan ini tumbuh ke atas. Butiran air diberikan tanda bintik-bintik hitam. (The Atmosphere, Anthes and others, hal. 269.)
Terbentuknya hujan. Keajaiban ilmiah al Qur'an.
Awan cumulonimbus. Setelah ditumpuk ke atas, air hujan turun darinya.(Weather and Climate, Bodin, hal. 123.)
Para ilmuwan telah mempelajari berbagai jenis awan dan menyadari bahwa awan pembawa hujan terbentuk dengan sistem dan urutan tertentu. Bentuknya pun tertentu dan terkait dengan jenis angin dan tipe awan.
Rincian pembentukan awan di dalam Al Qur'an
Allah telah berfirman di dalam Al Qur'an:
أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يُزْجِي سَحَابًا ثُمَّ يُؤَلِّفُ بَيْنَهُ ثُمَّ يَجْعَلُهُ رُكَامًا فَتَرَى الْوَدْقَ يَخْرُجُ مِنْ خِلَالِهِ
Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya... [An Nuur(24): 43]
Para ahli cuaca mengetahui rincian pembentukan awan, strukturnya dan cara kerjanya setelah melalui berbagai macam penelitian, pengamatan menggunakan alat-alat canggih. Mereka baru bisa menceritakan proses tersebut dengan bantuan alat-alat moderen seperti pesawat, satelit, komputer, balon udara dan peralatan lainnya. Mereka harus mempelajari angin serta arah pergerakannya. Mereka harus mengukur kelembaban udara dan variasinya serta menentukan jenis dan keragaman tekanan udara.
Kelanjutan ayat di atas, setelah menyebutkan awan dan hujan, adalah membicarakan es dan petir:
... dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan. [An Nuur(24): 43]
Para ahli cuaca telah menemukan bahwa awan cumulonimbus yang menghasilkan hujan es ini dapat mencapai ketinggian hingga 7 sampai 9 kilometer. Dapat kita bayangkan bahwa awan ini memang ukurannya benar-benar seperti gunung sebagaimana yang disebutkan di dalam ayat Al Qur'an di atas: "... dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung,...".
Proses terjadinya Kilat
Ayat di atas juga menghubungkan awan, es dan terjadinya petir atau kilat. Apakah es merupakan faktor penentu pembentukan kilat?
Mari kita kaji sebuah buku berjudul: Meteorology Today. Di sana diterangkan bahwa sebuah awan akan menjadi bermuatan listrik ketika bongkahan es jatuh melalui daerah di dalam awan yang berisi kristal es dan tetes air super-dingin. Ketika tetes-tetes air ini bertumbukan dengan bongkahan es, mereka langsung membeku dan melepaskan panas. Panas ini menjadikan permukaan bongkahan es lebih hangat dari kristal-kristal es di sekelilingnya. Ketika bongkahan es bertumbukan dengan kristal es, sebuah peristiwa penting terjadi: elektron mengalir dari benda yang lebih dingin ke benda yang lebih hangat. Karenanya, kini bongkahan es menjadi bermuatan negatif. Hal serupa juga terjadi saat tetesan air super-dingin bertumbukan dengan bongkahan es dan melontarkan butiran-butiran halus es bermuatan positif. Partikel-partikel yang lebih ringan dan bermuatan positif ini kemudian terangkat ke bagian atas dari awan. Sementara itu, bongkahan es yang kini bermuatan negatif jatuh turun dan berkumpul di bagian bawah awan. Karena itulah kini terjadi perbedaan muatan listrik antara bagian atas dan bawah awan. Muatan negatif ini kemudian dilepaskan dalam bentuk kilat atau petir.
Demikianlah, Allah telah menerangkan sebuah fakta ilmiah yang baru terungkap oleh ilmu pengetahuan moderen. Sebuah keajaiban ilmiah yang tidak mungkin diketahui rinciannya oleh orang-orang di jaman diturunkannya Al Qur'an.
Allahu Akbar!
   Salah satu jenis awan hujan adalah awan kumulonimbus. Para ahlimeteorologi telah menyelidiki proses terbentuknya awan kumulonim-bus serta timbulnya hujan air, hujan es, dan kilat dari awan ini.Mereka menemukan bahwa awan kumulonimbus melalui tahap-tahap berikut sebelum menghasilkan air hujan:
1) Angin menggerakkan awan:
Awan kumulonimbus mulai terben-tuk ketika angin menggerakkan serpihan-serpihan awan (awankumulus) menuju kawasan tempat bergabungnya awan-awan ini.
2) Bergabung:
Serpihan-serpihan awan kemudian bergabung mem-bentuk awan yang lebih besar.
3) Gumpalan awan terbentuk:
Ketika awan-awan kecil bergabung,gerakan udara vertikal di dalam awan yang lebih besarmeningkat. Gerakan udara vertikal ini lebih kuat di bagian tengahdibandingkan di bagian tepinya.
Gerakan udara ini menyebabkangumpalan awan tumbuh membesar secara vertikal, sehinggamenyebabkan awan bertindih-tindih  lihat. Menggumpalnya awan secara vertikal ini menyebabkan awanbesar tersebut mencapai wilayah-wilayah atmosfer yang bersuhulebih dingin, tempat butiran-butiran air dan es mulai terbentuk dantumbuh semakin besar. Ketika butiran air dan es ini telah menjaditerlalu berat sehingga tak lagi mampu ditopang oleh hembusanangin vertikal, butiran ini mulai lepas dari awan dan jatuh kebawah sebagai hujan air, hujan es, dan sebagainya.
firman ALLAH dalam AL-QURAN: tidakkah kamu melihat bahwa ALLAH mengarak awan,kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikanya bertindih-tindih maka kelihatanlah hujan keluar dari celah-celahnya.Para ahli meteorologi baru saja mengetahui dengan rinci prosespembentukan, struktur dan fungsi awan dengan menggunakan per-alatan yang canggih seperi pesawat udara, satelit, komputer, balon, dan peralatan lain untuk mempelajari angin dan arahnya, mengukurkelembaban udara dan variasinya, dan menentukan tingkat dan variasitekanan atmosfer.
 Ayat sebelumnya, setelah menyebut awan dan hujan, selanjutnyaberbicara mengenai hujan es dan kilat:
“dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran)es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan- gumpalanawan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya(butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampirmenghilangkan penglihatan.”
(Al Qur’an, 24:43).

.... dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran)es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan- gumpalanawan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya(butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampirmenghilangkan penglihatan. 
(Al Qur’an, 24:43)
Para ahli meteorologi menemukan bahwa awan kumulonimbus,yang menjatuhkan hujan es, dapat mencapai ketinggian 25.000hingga 30.000 kaki (7,5 hingga 8,9 km),seperti tampilan gunung,yang disebut dalam Al Qur’an,“...Allah (juga) menurunkan(butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan- gumpalan awan seperti) gunung-gunung...”(Lihat Gambar di atas).Mungkin timbul pertanyaan. Mengapa ayat tersebut mengatakan“kilauan kilat awan itu” yang menunjuk ke hujan es tersebut? Apakahini berarti bahwa hujan es adalah faktor utama yang menyebabkantimbulnya kilat? Mari kita lihat yang diungkapkan buku yang berjudul“Meteorology Today” mengenai hal ini. Buku tersebut memaparkanbahwa awan menjadi bermuatan listrik begitu hujan es jatuh melaluikawasan awan yang berisi butiran-butiran air yang sangat dingin dankristal-kristal es. Saat butiran-butiran air menabrak butiran-butiranes, keduanya membeku saat bersentuhan dan mengeluarkan panasyang laten. Hal ini menyebabkan permukaan batu-batu es lebih hangatdibanding kristal-kristal es yang mengelilinginya. Ketika butiran- butiran es bersentuhan dengan kristal es,sebuah fenomena yang penting terjadi:elektron mengalir dari obyek yanglebih dingin ke obyek yang lebihhangat. Karena itu, butiran-butiran esmemiliki muatan listrik negatif. Efekyang sama terjadi ketika butiran-butiran air yang sangat dinginbersentuhan dengan butiran-butiranhujan es dan pecahan-pecahan kecilbutiran air yang bermuatan positif pecah. Partikel-partikel kecil yangbermuatan positif ini lantas terbawake bagian atas gumpalan awan olehudara yang bergerak vertikal. Hujanes, yang memiliki muatan negatif, jatuh ke bagian bawah gumpalan awan ,sehingga bagian bawah gumpalan awan ini menjadi bermuatan negatif.Muatan negatif ini kemudian dilepas sebagai kilat.Karena itu kitadapat menyimpulkan bahwa hujan es merupakan faktor utama dalampembentukan kilat.Infromasi mengenai hal ini ditemukan baru-baru ini saja. Hingga1600 M, pengetahuan meteorologi lebih banyak didominasi pahamAristoteles. Ia, misalnya, mengatakan bahwa atmosfer terdiri dari dua jenis uap, yakni lembab dan kering. Ia juga menyebutkan bahwa guruhadalah bunyi tubrukan uap panas dengan awan di dekatnya, dan kilat adalah nyala dan kobaran uap kering dengan api yang lemah dan redup. Ini adalah pengetahuan tentang meteorologi dominan ketika Al Qur’anpertama kali diwahyukan, empat belas abad yang lalu.
Sumber:dari berbagai sumber















Rabu, 17 Oktober 2012

Subhanallah, Inilah Mukjizat Alquran tentang Angin


Antara
 Subhanallah, Inilah Mukjizat Alquran tentang Angin yang Mengawinkan
REPUBLIKA.CO.ID,  Pernahkah Anda memperhatikan bagaimana terjadinya proses pembentukan hujan? Jauh sebelum ada ilmu meteorologi modern, pada abad ke-7 M, Alquran telah menjelaskan tentang fungsi angin dalam proses pembentukan hujan.

Dalam surah Al-Hijr [15] ayat 22, dijelaskan tentang sifat angin yang mengawinkan hingga terbentuknya hujan. "Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan dan Kami turunkan hujan dari langit lalu Kami beri minum kamu dengan air itu dan sekali kali bukanlah kamu yang menyimpannya." (QS [15]:22)

Menurut Harun Yahya, ayat ini menekankan bahwa fase pertama dalam pembentukan hujan adalah angin. ''Hingga awal abad ke 20, satu-satunya hubungan antara angin dan hujan yang diketahui hanyalah bahwa angin yang menggerakkan awan,'' ujar pemilik nama asli Adnan Oktar.

Namun, lanjut dia, penemuan ilmu meteorologi modern telah menunjukkan peran "mengawinkan" dari angin dalam pembentukan hujan. Fungsi mengawinkan dari angin ini terjadi sebagaimana berikut:

"Di atas permukaan laut dan samudera, gelembung udara yang tak terhitung jumlahnya terbentuk akibat pembentukan buih. Pada saat gelembung-gelembung ini pecah, ribuan partikel kecil dengan diameter seperseratus milimeter, terlempar ke udara. Partikel-partikel ini, yang dikenal sebagai aerosol, bercampur dengan debu daratan yang terbawa oleh angin dan selanjutnya terbawa ke lapisan atas atmosfer."

"Partikel-partikel ini dibawa naik lebih tinggi ke atas oleh angin dan bertemu dengan uap air di sana. Uap air mengembun di sekitar partikel-partikel ini dan berubah menjadi butiran-butiran air. Butiran-butiran air ini mula-mula berkumpul dan membentuk awan dan kemudian jatuh ke Bumi dalam bentuk hujan."

Menurut Harun Yahya, angin “mengawinkan” uap air yang melayang di udara dengan partikel-partikel yang di bawanya dari laut dan akhirnya membantu pembentukan awan hujan.

''Apabila angin tidak memiliki sifat ini, butiran-butiran air di atmosfer bagian atas tidak akan pernah terbentuk dan hujanpun tidak akan pernah terjadi,'' papar dia.

Maha Benar Allah dengan segala Firman-Nya.
Redaktur: Heri Ruslan
Sumber: harun yahya/keajaiban alquran

Allah menganugrahkan rezeki kepada burung

 Jika kalian bertawakkal kepada Allah dengan benar maka akan dianugerahkan rezki kepada kalian sebagaimana burung diberikan rezki ….
 
Jika kalian bertawakkal kepada Allah dengan benar maka akan dianugerahkan rezki kepada kalian sebagaimana burung diberikan rezki… maka marilah kita renungkan bagaimana Allah menganugerahkan rezki kepada burung dan bagaimana Allah membekalinya dengan tekhnik yang baik sekali…
Allah telah memberikan kepada burung ini tekhnik yang unik, sehingga dapat memudahkan dirinya melihat ikan yang berada di dasar air dan menentukan posisinya dengan tepat dan mengoperasionalkan seluruh hitungan yang pas untuk menangkap dan menjamin keberhasilah pada saat menerkam… semua itu terjadi pada otak seekor burung yang kecil.. dan para ulama sangat kagum dengan tekhnik hitungan yang tepat tersebut dan mereka berkomentar bagaimana mungkin alam memberikan kemampuan pada burung keistimewaan tersebut? Kami sampaikan bahwa itu semua bukanlah alam yang memberikan namun Allah SWT yang telah berfirman:
الَّذِي أَعْطَى كُلَّ شَيْءٍ خَلْقَهُ ثُمَّ هَدَى
“Ialah (tuhan) yang telah memberikan kepada tiap-tiap sesuatu bentuk kejadiannya, kemudian memberinya petunjuk”. (Toha:50)
Maksudnya: memberikan akal, instink (naluri) dan kodrat alamiyah untuk kelanjutan hidupnya masing-masing.
Terdapat banyak lagi gambar-gambar yang  menyeru orang-orang beriman untuk memuji Pencipta yang Maha Kuasa!
--------------------
Oleh: Abduldaem Al-Kaheel

Rabu, 12 September 2012

IPA

B. Kulit (Skin)

Kulit adalah lapisan jaringan yang terdapat di permukaan tubuh. Pada permukaan kulit terdapat kelenjar keringat yang mengekskresi zat-zat sisa. Zat-zat sisa yang dikeluarkan melalui pori-pori kulit berupa keringat yang tersusun dari air dan garam-garam mineral terutama garam dapur (NaCl) yang merupakan hasil metabolisme protein.
1. Bagian-bagian Kulit
Kulit manusia tersusun dari tiga laisan, yaitu kulit ari (epidermis), kulit jangat (dermis), dan jaringan ikat bawah kulit (hipodermis)
kulit (penampang)
2. Fungsi Kulit
Selain sebagai alat pengeluaran, fungsi kulit sebagai berikut :
a. Pengatur suhu tubuh.
b. Pelindung tubuh dari gangguan fisik berupa tekanan, gangguan biologis berupa jamur dan gangguan yang bersifat kimiawi.
c. Tempat penyimpanan kelebihan lemak.
d. Tempat pembentukan vitamin D dari provitamin D dengan bantuan sinar matahari.
e. Tempat indera peraba dan perasa.

C. Hati (Liver)

Hati merupakan kelenjar terbesar pada manusia, warnanya merah tua, dan massanya lebih kurang 2 kg. Hati terbagi dalam dua belahan utama, yaitu belahan kanan dan kiri.
Hati berperan sebagai alat ekskresi sekaligus alat sekresi, karena hati menghasilkan cairan empedu yang berguna dalam proses pencernaan lemak.
1. Bagian-bagian Hati
liver-1
2. Fungsi Hati
Selain sebagai alat pengeluaran, hati berfungsi sebagai berikut :
a. menyimpan gula dalam bentuk glikogen.
b. menawarkan racun.
c. mengubah provitamin A menjadi vitamin A.
d. mengatur kadar gula dalam darah.
e. membuat fibrinogen serta protombin.
f. tempat pembentukan urea
g. menghasilkan cairan empedu

D. Paru-paru

Selain sebagai alat pernafasan, paru-paru juga sebagai alat ekskresi yaitu mengeluarkan karbondioksida dan uap air.
Paru-paru terletak dalam rongga dada dan bagian bawahnya menempel pada diafragma.
Paru-Paru2-edited
video animasi

IPA

A. Ginjal (Kidney)

Ginjal manusia berwarna merah kecoklat-coklatan, berbentuk seperti kacang merah, berukuran sebesar kepalan tangan, dan jumlahnya sepasang.
Ginjal berfungsi untuk menyaring darah dan menghasilkan urine.
1. Bagian-bagian Ginjal
Bentuk ginjal yang sudah diiris membujur dapat dilihat pada gambar di bawah ini.
ginjal
2. Proses pembentukan Urine
Urine terbentuk melalui serangkaian proses yaitu dimulai dari penyaringan (filtrasi), penyerapan kembali (reabsorpsi), dan pengeluaran zat (augmentasi).
nefron
3. Sistem Uriner
Urine dari rongga ginjal dialirkan melalui ureter menuju kandung kemih. Jika kandung kemih sudah cukup banyak mengandung urine, maka dinding kandung kemih menjadi tertekan sehingganya tekanan inilah yang menimbulkan rasa ingin buang air kecil. Selanjutnya, urine dikeluarkan melalui saluran pembuangan yang disebut uretra.
Urinary System

Rabu, 01 Agustus 2012

Apa itu bahagia bagiku

Post: 17 October 2011 Oleh: (0) Comment
Apa itu bahagia bagiku
Oleh: Vhyta maula alhady
Apalah arti kebahagiaan
Bila seorang  yang ku sayangi tiada menemani
Apalah arti kebahagiaan
Bila tuturku tak terngiang di telinganya
Apalah arti kebahagiaan
Bila senyumku tak dilihatnya
Apalah arti kebahagiaan
Bila uraian tawaku tak terdengar olehnya
Apalah arti kebahagiaan
Bila tiada dia dalam dekapan
Apalah arti kebahagiaan
Bila rindu ini tak terbalaskan
Apalah arti kebahagiaan
Jika masih kumenangis sendiri dalam hening malam
Apalah  arti kebahagiaan
Bila ku merasa sepi dalam keramaian
Apalah arti kebahagiaan
Bila hanya bisa meratapi kenangan
Apalah arti kebahagiaan
Jika kau tak kembali seperti yang kuinginkan
Kasih
Kembali menjadi yang satu-satunya dalam hatiku
Kembali menjadi engkau yang dulu
Kembali menjadi terkasih dalam hidupku

Kamis, 26 Juli 2012

Banyak yang bilang bila pergaulan remaja saat ini sudah sangat jauh berubah dibanding pada masa-masa sepuluh tahun silam. Remaja sekarang lebih mampu berekspresi pada emosi dan mengungkapkan perasaan tanpa sembunyi-sembunyi dan malu seperti dulu.
Sudah lumrah saat ini kita melihat remaja mengungkapkan kemarahan, sedih dan kegembiraanya dengan kata-kata yang terucap secara langsung, Teman Baiktanpa basa-basi seperti halnya remaja pada zaman dahulu. Dengan santai mereka bisa mengungkapkan ketidak sukaanya pada ayah atau pun ibunya.
Merangkul dan mencium mesra ibu mereka tercinta. Perilaku ini pun diterapkan pada pergaulan mereka sehari-hari. Dengan biasa mereka mengexpresikan perasaan cinta dan sayang pada pacar mereka di tempat-tempat umum. Sudah umum dilihat saat ini bila di mall-mall para remaja biasa bergandengan tangan, berpelukan bahkan berciuman.
Buat para orang tua, perilaku seperti ini sangat mengejutkan dan membuat mereka merasa kuatir. Namun, seringkali para orang tua lupa, bahwa saat mereka remaja, perilaku mereka pun sering membuat kecut hati para orang tua mereka sendiri!
Namun, apabila orang tua terlalu keras akibat perasaan kuatir yang mereka miliki, maka remaja akan cenderung memberontak dan bersikap jauh lebih keras dan pertikaian antara orang tua dan anak pun tidak dapat lagi dihindari.
Remaja bergaul memang adalah sebuah kebutuhan. Sama halnya dengan dahaga yang ingin terpuaskan. Mereka ingin mengenal banyak orang dari berbagai lingkungan. Ini sebetulnya tidak terlepas dari proses pencarian jati diri semata. Dengan membebaskan perasaan dan isi hati, mereka juga mengharapkan kebebasan dan ketenangan jiwa. Bila dikekang, mereka nampak begitu sedih dan terkekang.
Tapi bila pergaulan terlalu dibebaskan, juga sangat mengkuatirkan. Yang penting berkomunikasi dan terarah. Bilamana sang remaja masih mampu berkomunikasi dengan keluarga dan orang tua, maka bimbingan untuk pergaulan pun dapat tersampaikan. Informasi tentang apa yang sebaiknya mereka lakukan dengan teman-teman dan apa efek dari apa yang mere lalukan dan perbuat juga perlu dikomunikasikan.
Dengan demikian, besar harapan kita agar remaja mampu memilih apa yang baik dan tidak untuk dilakukan. Tidak ada kata benar atau salah, tapi lebih tepat kepada yang baik atau bermanfaat dan yang merugikan.

JADI COWOK ATAU CEWEK……? JADI CEWEK PASTI LEBIH ASYIK

Jangan pernah menyesal kalau kita terlahir sebagai seorang cewek, apalagi jadi cewek itu banyak banget keasyikannya. Nah, kalau ada yang bilang jadi cowok lebih asyik mungkin itu relative. Oke, fisik cowok boleh saja kelihatan lebih kuat tapi ternyata cewek juga punya lebih banyak kelebihan. Ada 11 hasil penelitian yang berhasil membuktikan betapa hebatnya cewek!

1.    LEBIH BANYAK TEMAN

Saat stress otak kita melepaskan hormone oxytocin. Pada kebanyakan cewek hormone ini dapat membuat cewek menjadi lebih manja dan butuh perhatian. Kebutuhan ini kemudian membuat kita lebih mudah berteman. Jadi tidak heran kalau cewek doyan banget curhat, dengan demikian cewek jadi punya lebih banyak teman. Asyiknya lagi dengan bertambahnya jumlah teman, kesehatan kita jadi lebih baik, karena kita dapat bersosialisasi yang dapat mengurangi resiko penyakt darah tinggi, jantung, kolesterol dan depresi. Ngobrol dengan teman jga membuat kita menjauhi kebiasaan buruk seperti merokok dan ngemil.

2.    LEBIH TAHAN LAMA

Sebuah penelitian di Belanda membuktikan bahwa penyumbatan pada oembuluh darah arteri yang juga terjadi di pembuluh darah otak akan mengakibatkan turunnya kemampuan mental seseorang seiring dengan bertambahnya usia. Penelitian ini juga menyatakan kalau secara biologis umumnya para cowoklah yang rentan terkena penyumbatan pembuluh darah otak. Selain itu usia otak cewek juga terbukti lebih awet. Jadi kita bisa mengandalkan fungsi otak kita lebih tahan lama. Simpelnya sih cowok akan lebih cepat pikun ketimbang cewek.

3.    LEBIH JAGO MEMIMPIN

Cewek berpotensi yang lebih besar menjadi boss ketimbang cowok. Saat cowok mengekspresikan EQ-nya yang lebih sering dikenal dengan kecerdasan emosional,mereka cenderung ngotot ddan egois. Sementara cewek terbukti lebih bisa berempati dan mngerti perasaan orang lain, dan cewek mempunyai potensi yang lebih baik untuk bekerja dalam tim. Sebagai pemimpin cewek dinilai lebih mampu memotivasi karyawan dan membuat mereka merasa nyaman bekerja di kantor. Apalagi kalu keterampilan kita tiak kalah dibandingkan cowok, pasti akan lebih oke kalau kita yang memimpin. Unttungnya lagi tipe pemimpin seperti ini semakin digemari mengigat sekarang prinsip kebebasan lebih disukai.

4.    LEBIH PANJANG UMUR

Kegiatan kita sehari-hari tiga sampai lima kali lebih aktif dibandingkan cowok, cewek banyak melakukan aktifitas yang lebih banyak gerak seperti masak, membersihkan rumah, belanja di pasar ssambil tawr menawar, jalan dari satu toko ke toko lainnya. Pkoknya yang dikerjakan bisa bikin fisik dan mental lebih segar, jadinya lebih panjang umur.

5.    POLA MAKAN LEBIH SEHAT

Cewek lebih selektif dalam memilih makanan. Saat cewek memilih makanan sebagian besar yang bekerja adalah indera penciuman, yaitu sebanyak 70 persen. Nah, karena indera penciuman kita lebih tajam daripada cowok, kita jadi lebih selektif dalam memilih makanan.selain itu indera pengecapan kita juga lebih peka sehingga kita akan puas menikmati makanan meski dalam jumlah yang sedikit.

6.    SADAR KESEHATAN

Kenyataannya cewek ternyata lebih rajin dalam memeriksakan kesehatannya ke dokter, termasuk melakukan medical check up. Kita juga lebih cepat mengambil tindakan penyembuhan. Kalu sakit kita lebih sabar untuk beristirahat total, sehingga klebih cepat smebuh. Sejak usia puber kiat lebih banyak masalah sensitive dengan kesehatan. Saat bermasalah dengan haid, kita tidak ragu untuk pergi ke dokter. Jadi cewek sudah erat kaitannya dengan dokter.

7.    PUNYA INDERA KEENAM

Perasaan cewek ternyata lebih peka daripada cowok. Berdasarkan hasil scan otak pada cewek, ditemukanlebih banyak memori dan aktifitas otak saat kita beristirahat. Inin membuktikan bahwa saat beristirahatpun otak kita tetap bekerja dan memberi respon terhadap aktifitas di sekitar kita. Dari sinilah kita mendapatkan intuisi yang kadang-kadang disebut indera keenam.

8.    LEBIH SABAR

Sebagai seorang cewek kita juga mesti berterimakasih karena memiliki kapsitas otak yang lebih besar daripada cowok terutama kemampuan menyensor tindakan agresif. Hal inilah yang membuat kita lebih mudah mengatasi stress dan mampu menahan marah dengan lebih baik. Buktinya kita lebih mampu menyalurkan amarah dengan cara yang elegan daripada membentak dan berkelahi seperti cowok.

9.    MENDENGAR LEBIH TAJAM

Berdasarkan penelitian pendengaran cowok memang tidak sebaik cewek, karena ada dua saraf yang di otak cewek yang bekerja aktif saat kita mendengarkan sedangkan pada cowok hanya ada satu saraf saja yang aktif. Oleh karena itu kita terkadang bisa mendengar dua percakapan sekaligus dalam waktu yang  bersamaan.

10.    INDERA PENCIUMAN LEBIH TAJAM

Berdasarkan penelitian yang ada di philadelpia yang menguji penciuman cewek dengan percobaan mencium aroma buah ceri dan kacang almond. Stelah beberapa kali tarikan nafas, ternyata penciuman kita menjadi makin sensitive dengan aroma yang sama. Hal ini karena jasa hormone estrogen yang hanya dimiliki oleh cewek dapat mempertajam indera penciuman yang dimiliki cewek dan tidak dimiliki cowok.

11.    LEBIH CERDAS

Pada bagian tertentu otak yang dimiliki cewek yang berfungsi untuk berpikir ternyata ukurannya lebih besar daripada cowok. Bagian inilah yang membuat kita lebih mampu berkomunikasi dengan lebih baik dibandingkan cowok. Peredaran darah lebih lancer pada bagian tertentu juga meningkatkan kemampuan kita untuk mengingat percakapan daripada cowok. Pantas saja kan kalo cewek lebih suka bergosip??
Nah, kalau sudah begini lebih asyik mana jadi cewek atau cowok???

Pencarian Terpopuler:
REMAJA GAUL, tips remaja gaul, menjadi remaja yang gaul.

Pergaulan Remaja

 

cici's blog Copyright 2009 Sweet Cupcake Designed by Ipiet Templates Image by Tadpole's Notez